Pembuktian Mohamed Salah

Tuan rumah yang memenuhi Stadion Anfield bergemuruh saat wasit Michael Oliver bersiul antara Liverpool dan Chelsea. dikutip dari bandarq suasana pertarungan begitu seru. The Reds butuh kemenangan untuk melanjutkan. Sementara itu, Azzurri juga membutuhkan tiga poin untuk mengamankan satu tempat di Liga Champions.

Pertandingan panas tidak hanya terjadi di lapangan. Dua hari sebelum laga, bintang Liverpool Mohamed Salah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari fans Chelsea.

Menurut Guardian, tiga suporter Chelsea telah menghina Mohamed Salah yang menyebutnya sebagai “bomber” sebelum perempat final Liga Europa antara Slavia Praha dan Chelsea. Peluncuran tersebut direkam dalam video berdurasi 19 detik dan menjadi viral di media sosial.

Tak butuh waktu lama, Chelsea, bekerja sama dengan personel keamanan partai, berhasil menangkap pelaku. Insiden tersebut juga menyebabkan Chelsea menjelaskan dan mengkritik tindakan suporternya.

Di sisi lain, Liverpool yakin bahwa apa yang dilakukan suporter Chelsea sangat mengganggu dan membahayakan kelangsungan dunia olahraga. Perilaku seperti itu, tulis pernyataan Liverpool, adalah kefanatikan yang memalukan.

Menjelang akhir pertandingan, tepatnya di pekan ke-34 Liga Inggris 2018/19, sisa pertandingan menjadi penentu, termasuk laga Liverpool vs Chelsea. Sebelum pertandingan, tim asuhan Jurgen Klopp berada di puncak dengan 82 poin, dua poin di atas Man City di tempat kedua dengan keunggulan satu pertandingan.

Di sisi lain, Chelsea yang berada di urutan ketiga (66 poin) harus berjuang untuk mendapatkan tiket ke Liga Champions. Selanjutnya, tiga tim yang bersaing, yakni Tottenham Hotspur (64 poin), Arsenal (63 poin) dan Man United (61 poin) masih berpeluang menggantikan The Blues.

Jurgen Klopp meletakkan dasar 4-3-3 dengan trio penyerang yang diisi dengan Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mohamed Salah sejak awal sepakbola. Tim tamu Maurizio Sarri memiliki pola serupa. Jorginho dan N’Golo Kante dipasang bersama di lini tengah untuk memblokir serangan tuan rumah sebelum memasuki pertahanan.

Di 45 menit pertama pertandingan berjalan ketat meski memiliki bola dan operan yang berhasil, Jordan Henderson dan rekan satu timnya mendominasi. Namun, dalam hal tembakan ke gawang, Liverpool dan Chelsea telah melakukan segalanya dengan Salah dan Hazard.

Di babak kedua, di menit ke-51, Sadio Mane membuat pendukung The Reds melompat. Diawali dengan touchdown one-on-one Salah dengan Firmino di sisi kanan bek Chelsea Jordan Henderson tampil dan berhasil memperdaya Jorginho.

Umpan silang sang kapten yang diarahkan ke area penalti disambut oleh Mane dengan sebuah tanduk yang tidak disangka Kepa Arrizabalaga, sehingga skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Usai gol ini, motivasi Liverpool semakin meningkat. Mohamed Salah seolah menunjukkan bahwa kejadian yang diterimanya sebelum pertandingan tidak memengaruhi penampilannya di lapangan. Ujiannya, hanya berselang dua menit dari gol pertama, Salah membawa Liverpool unggul dua gol setelah tendangan kerasnya dari luar kotak penalti membentur gawang Chelsea.

Alih-alih melampiaskan emosinya saat kemeriahan, eks striker AS Roma itu justru menunjukkan selebrasi gol yang luar biasa. Berlari ke ujung lapangan, dia memberi penghormatan sambil mengangkat satu kaki.

admin

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x