Mengenal Gejala Umum Stroke Infarct Yang Perlu Diketahui

Apa itu stroke?

Stroke juga dikenal sebagai kecelakaan serebrovaskular atau CVA adalah ketika bagian otak kehilangan suplai darahnya dan bagian tubuh yang dikendalikan oleh sel-sel otak yang kekurangan darah berhenti bekerja. Kehilangan suplai darah ini bisa iskemik (infract) karena kurangnya aliran darah, atau hemoragik karena pendarahan ke jaringan otak. Stroke infarct adalah keadaan darurat medis karena stroke dapat menyebabkan kematian atau cacat permanen. Ada peluang untuk mengobati stroke iskemik tetapi perawatan itu harus dimulai dalam beberapa jam pertama setelah tanda-tanda stroke dimulai.

Tanda dan Gejala Stroke Infarct

Tiba-tiba sakit kepala parah tanpa sebab yang diketahui adalah tanda stroke pada pria dan wanita. Selama stroke, setiap menit penting! Perawatan yang cepat dapat mengurangi kerusakan otak yang disebabkan oleh stroke. Mengetahui tanda dan gejala stroke, Anda dapat mengambil tindakan cepat dan mungkin menyelamatkan hidup — bahkan mungkin Anda sendiri.

Tanda Stroke pada Pria dan Wanita, meliputi:

  • Mati rasa atau kelemahan tiba-tiba di wajah, lengan, atau kaki, terutama di satu sisi tubuh
  • Kebingungan mendadak, kesulitan berbicara, atau kesulitan memahami ucapan
  • Tiba-tiba kesulitan melihat di satu atau kedua mata
  • Tiba-tiba kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan, atau kurang koordinasi
  • Tiba-tiba sakit kepala parah tanpa sebab yang diketahui

Gejala-gejala stroke bervariasi tergantung pada area otak yang dipengaruhi oleh kekurangan oksigen. Semua stroke melibatkan gejala yang berhubungan dengan gangguan fungsi saraf. Gejalanya biasanya timbul secara tiba-tiba dan paling sering terjadi pada satu sisi tubuh. Gejala dan tanda-tanda stroke dapat meliputi:

  • mati rasa,
  • kelemahan,
  • kesemutan, atau
  • kehilangan penglihatan atau perubahan.

Kebingungan, perubahan tingkat kesadaran, kesulitan berbicara, kesulitan memahami pembicaraan, vertigo, dan masalah keseimbangan adalah gejala umum lainnya. Sakit kepala, mual, dan muntah kadang-kadang menyertai stroke, terutama ketika stroke melibatkan pendarahan di dalam otak.

Apa yang menyebabkan stroke?

Stroke trombotik

Penyumbatan arteri di otak oleh gumpalan (trombosis) adalah penyebab paling umum dari stroke. Bagian otak yang disuplai oleh pembuluh darah yang membeku kemudian kehilangan darah dan oksigen. Sebagai akibat dari kekurangan darah dan oksigen, sel-sel bagian otak itu mati dan bagian tubuh yang dikontrolnya berhenti bekerja. Biasanya, sebuah plak kolesterol di salah satu pembuluh darah kecil otak pecah dan memulai proses pembekuan.

Faktor risiko untuk penyempitan pembuluh darah di otak sama dengan faktor-faktor yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah di jantung dan serangan jantung (infark miokard). Faktor-faktor risiko ini termasuk:

  • tekanan darah tinggi (hipertensi),
  • Kolesterol Tinggi,
  • diabetes, dan
  • merokok.

Stroke emboli

Jenis stroke lainnya dapat terjadi ketika gumpalan darah atau sepotong plak aterosklerotik (kolesterol dan endapan kalsium di dinding bagian dalam jantung atau arteri) terlepas, bergerak melalui aliran darah, dan bersarang di arteri di otak. Ketika aliran darah berhenti, sel-sel otak tidak menerima oksigen dan glukosa yang mereka butuhkan untuk berfungsi dan terjadi stroke. Jenis stroke ini disebut sebagai stroke emboli. Misalnya, gumpalan darah mungkin awalnya terbentuk di ruang jantung sebagai akibat dari irama jantung yang tidak teratur, seperti atrial fibrilasi. Biasanya, gumpalan-gumpalan ini tetap melekat pada lapisan dalam jantung, tetapi kadang-kadang gumpalan itu bisa putus, berjalan melalui aliran darah (membumbui), menyumbat pembuluh darah otak, dan menyebabkan stroke. Emboli, baik plak atau gumpalan, juga dapat berasal dari arteri besar (misalnya, arteri karotis, arteri utama di leher yang memasok darah ke otak) dan kemudian bergerak ke hilir untuk menyumbat arteri kecil di dalam otak.

Pendarahan otak

Pendarahan otak terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan berdarah ke jaringan otak di sekitarnya. Pendarahan otak (pendarahan di otak) menyebabkan gejala stroke dengan merampas darah dan oksigen ke bagian otak dengan berbagai cara. Aliran darah hilang ke beberapa sel. Selain itu, darah sangat mengiritasi dan dapat menyebabkan pembengkakan jaringan otak (edema serebral). Edema dan penumpukan darah dari pendarahan otak meningkatkan tekanan di dalam tengkorak dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut dengan memeras otak terhadap tulang tengkorak. Ini semakin mengurangi aliran darah ke jaringan otak dan sel-selnya.

Perdarahan subaraknoid

Dalam perdarahan subarakhnoid, darah menumpuk di ruang di bawah membran araknoid yang melapisi otak. Darah berasal dari pembuluh darah abnormal yang bocor atau pecah. Seringkali ini berasal dari aneurisma (balon abnormal keluar dari pembuluh darah). Perdarahan subaraknoid biasanya menyebabkan sakit kepala hebat yang tiba-tiba, mual, muntah, intoleransi ringan, dan leher kaku. Jika tidak dikenali dan diobati, konsekuensi neurologis utama, seperti koma, dan kematian otak dapat terjadi. Kondisi-kondisi tersebut dapat menimbulkan infarct pada jaringan otak.

admin

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x